Apa Itu Framework?
Framework adalah kerangka
kerja pemrograman yang mencakup library atau perpustakaan
kode, model perangkat lunak, Application Programming Interfaces (APIs),
dan berbagai elemen lain yang dapat mempermudah proses pemrograman. Sebuah
framework dapat digunakan untuk membangun sebuah aplikasi berbasis website
maupun perangkat lunak.
Arti framework bagi para
programmer itu sangat penting lho, sebab kerangka kerja tersebut membuat
pekerjaan mereka tidak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga lebih efisien.
Mereka juga tidak perlu mengulang-ulang kode karena sudah ada library yang
sudah digunakan.
Untuk lebih jelasnya, di
bawah kami tuliskan beberapa fungsi dari framework.
Fungsi Framework
Berikut beberapa fungsi
dari framework yang dapat membuat proses pemrograman menjadi lebih mudah.
Membuat koding lebih mudah dan efisien
Aktivitas penulisan kode
yang biasanya rumit dapat menjadi lebih sederhana berkat adanya framework.
Programmer tinggal menggunakan library yang ada di dalamnya.
Selain itu, demi menghemat waktu, kerangka kerja ini juga mengurangi resiko
kesalahan koding dan membuat blok kode menjadi lebih pendek.
Meningkatkan keamanan
Penggunaan framework juga
dapat melindungi aplikasi dari serangan siber seperti SQL injection, cross-site
request forgery, hingga data tempering. Sebuah platform kerangka
kerja sudah lengkap dengan fitur keamanan built-in dan
mekanisme yang memproteksi website atau aplikasi dari ancaman keamanan.
Memudahkan proses debug dan pemeliharaan aplikasi
Bahasa pemrograman asli
memiliki kekurangan dalam tingkat keterbacaan kode. Selain itu, ia juga
membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam maintenance, sedangkan
framework tidak. Ketika seorang programmer menggunakan kerangka kerja pada
pembuatan aplikasi, ia bisa melakukan proses debug dan pemeliharaan dengan
lebih baik.
Setiap framework umumnya
juga memiliki komunitas pengguna yang bisa kita gunakan untuk berdiskusi
tentang permasalahan yang terjadi saat penggunaan framework tersebut.
Meningkatkan kemahiran database
Fungsi framework lainnya
adalah mampu meningkatkan kemahiran sebuah basis data atau database.
Sebagian besar kerangka kerja itu memiliki aturan yang memungkinkan programmer
bekerja dengan basis data relasional yang sering mereka gunakan.
Beberapa framework bahkan
mampu menyederhanakan operasi database dengan mekanisme Object
Relational Mapper (ORM). Programmer dapat menggunakan model ORM ini
untuk melakukan fungsi database tanpa menulis kode SQL yang
panjang.
Memungkinkan kolaborasi
Mudahnya proses pemrograman
berkat framework juga memungkinkan programmer mengerjakan sebuah proyek secara
bersama-sama. Ketika beberapa orang programmer menggunakan framework yang sama,
mereka dapat berkolaborasi dapat pembuatan proyek tertentu tanpa kesulitan
memahami bagian yang telah rekan satu timnya kerjakan.
Hal tersebut akan
memperkecil resiko miskomunikasi yang dapat menyebabkan terjadinya bug dalam
aplikasi akhir, bukan?
Jenis dan Contoh Framework
Setelah mengetahui
pengertian dan fungsi framework, tentu tidak lengkap tanpa membahas jenis-jenis
framework yang ada. Berikut jenis framework yang dapat Anda atau programmer
manapun gunakan.
Web Frameworks
Web frameworks adalah
kerangka kerja pemrograman yang dapat membantu pengembang dalam membuat
aplikasi web. Meski pembuatan website sebenarnya tidak harus menggunakan
framework, beberapa website nyatanya tidak cukup menggunakan HTML, JavaScript,
dan CSS saja pada pembuatannya.
Sebuah website yang dinamis
membutuhkan interaksi dengan database sehingga penggunaan web
framework akan membuat prosesnya menjadi lebih mudah.Ada banyak contoh web
framework yang ada dan populer
di antara para programmer. Sebagian besarnya mengadopsi pola MVC atau
model-view-controller. CodeIgniter dan Laravel, dua web framework PHP populer,
juga menggunakan konsep MVC pada kerangka kerjanya.
Front-End Frameworks (Client-Side Frameworks)
Front-end framework adalah
kerangka kerja yang memudahkan programmer dalam memprogram halaman atau
aplikasi yang terlihat oleh pengguna akhir. Jenis framework satu ini
menggunakan bahasa pemrograman Javascript, HTML, dan CSS dalam pembangunannya.
Adapun beberapa contoh dari
front-end framework (sebutan lainnya adalah client-side framework) adalah React
JS, Vue JS, Bootstrap, dan sebagainya.
Back-End Frameworks (Server-Side Frameworks)
Back-end framework atau
server-side framework adalah kerangka kerja yang membantu pengembang untuk
bekerja dengan bahasa pemrograman di sisi server seperti Python, Ruby, PHP,
Java, dan sebagainya.
Framework ini membantu
pengelolaan database, mengirim dan memproses data, cookies, sesi,
dan sebagainya. Beberapa contoh dari back-end framework adalah Django
(framework Python), Ruby on Rails, Laravel, CodeIgniter, dan lainnya.
Mobile Development Frameworks
Industri aplikasi mobile
saat ini berkembang sangat cepat dengan pasar yang sangat luas. Aplikasi mobile
pun bisa kita buat dengan framework. Adapun beberapa contoh framework mobile
app tersebut adalah Flutter, Xamarin, Ionic, dan React Native.
Content Management Frameworks
Content management
framework (CMF) adalah kerangka kerja yang memfasilitasi pemrograman dari
aplikasi Content Management System (CMS) seperti WordPress,
PrestaShop, Wix, Joomla, dan sebagainya. Ada banyak CMF yang tersedia sesuai
dengan platform yang pengembang gunakan untuk membuat aplikasi
CMS terkait.
Cara Memilih Framework untuk Bekerja
Nah, dari semua jenis
framework yang ada di atas, mungkin Anda berpikir bagaimana cara memilih yang
tepat untuk Anda gunakan. Jika memang demikian, berikut beberapa hal yang perlu
Anda pertimbangkan.
·
Memiliki keamanan yang
baik.
·
Semua elemen atau bagian
besar darinya dapat dikembangkan untuk proyek lainnya.
·
Kode rapi, bersih, dan
mudah untuk dipahami.
·
Memiliki dokumentasi yang
rapi dan petunjuk penggunaan yang rutin diperbarui.
·
Memiliki komunitas yang
aktif, besar, dan pengguna bisa berpartisipasi.
·
Memungkinkan pengembangan
aplikasi dengan bahasa pemrograman versi terbaru.
Selain beberapa
pertimbangan di atas, Anda juga perlu menyesuaikan framework pilihan dengan
pekerjaan yang ingin Anda lakukan. Sebagai contoh, jika pekerjaan Anda adalah
front-end developer, maka gunakanlah front-end framework.
Jangan khawatir, meskipun
Anda belum pernah menggunakan framework, ada banyak tutorial yang bisa Anda
temukan di internet kok. Dan jika kamu ingin tahu tentang web development framework bisa cek di artikel ini ya.
Oh ya, selain sebuah
framework, Anda juga membutuhkan hosting agar aplikasi yang Anda buat bisa online dan
banyak pengguna bisa mengunjunginya. Pastikan hosting yang Anda pilih memiliki
spesifikasi yang cukup serta mendukung bahasa pemrograman yang Anda gunakan
untuk pembuatannya.


